ucapan

TERIMA KASIH KUNJUNGAN DAN KOMENTARNYA SEMOGA BERMANFAAT
Tampilkan postingan dengan label Pilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2015

Kecewa, Sutarman Tolak Tawaran Jokowi, Pilih Bertani


http://banjarmasin.tribunnews.com/foto/bank/images/kapolri-di-lokasi-penggerebekan-teroris.jpgJenderal Sutarman meninggalkan gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, di Jakarta, Rabu (21/1) pukul 13.40 WIB. Didampingi Ibu Elly Sutarman, mantan Kapolri itu resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Sutarman meninggalkan PTIK, setelah bersalam-salaman dengan sejumlah perwira di jajaran Polri saat pelepasan. Sebelum melangkah menuju mobilnya, Sutarman menyempatkan diri berdiri di hadapan grup vokal PTIK, yang menyuguhkan sebuah lagu perpisahan. Dalam lagu itu terdengar bait “Selamat Jalan Jenderal Sutarman, Terima Kasih atas Pengabdianmu.”

Sutarman kemudian, menyalami grup vokal di barisan paling depan, diikuti Ibu Elly. Lantas, keduanya melangkah menuju mobil Toyota Kijang Innova warna hitam berplat nomor B 8080 AB dengan diantar sejumlah Perwira Tinggi Polri.
Tak lupa, dia tetap dengan senyuman khasnya, tegas dan tegar melangkah. Ia pun sempat memberikan komentar kepada sejumlah awak media yang telah menantinya. Sutarman tetap bulat tekad tak ingin kembali lagi di dunia pemerintahan, maupun terjun ke politik.
“Saya telah berjanji kepada diri saya sendiri setelah selesai di kepolisian benar-benar akan menikmati masa tua, tidak terjun di dunia pemerintahan maupun politik lainnya,” kata Sutarman. Dia akan menikmati sisa sia masa tua bersama keluarga. Dan tentu sisa-sia masa tua itu diharapkannya bisa bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyatakat.
Mata Sutarman terlihat berkaca-kaca seolah menahan tangis. Namun, dia tetap tersenyum. Dia mengapresiasi sambutan luar biasa yang diberikan keluarga besar Polri di acara pelepasannya itu.
“Ya, itulah kebersamaan keluarga besar kita,” kata Sutarman dengan mata yang berkaca-kaca. Kebersamaan itu harus diwujudkan dalam mengawal proses demokrasi, pembangunan dan kamtibmas. “Polri harus satu, harus bersama. Tidak boleh terpecah oleh kekuatan siapapun,” pungkas Sutarman.
Usai memberikan keterangan singkat, ia melangkah ke dalam mobil. Sempat pula, bersalaman dengan sejumlah anggota termasuk Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno. “Selamat berjuang,” kata Sutarman. “Terima kasih. Assalamualaikum,” ujarnya seraya masuk ke kursi baris kedua Innova.
Sutarman seolah menampik tawaran pemerintah yang menyodorkan jabatan di BUMN atau sebagai Duta Besar setelah tak menjabat Kapolri. Mantan Kapolda Metro Jaya itu punya keinginan untuk bercocok tanam dan membantu para petani. “Saya mau bertani, bercocok tanam di kampung,” ujar Sutarman.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijatno, mengatakan Presiden Joko Widodo sudah menawarkan jabatan di luar institusi kepolisian kepada Sutarman selepas tak menjabat sebagai Kapolri. (jpnn/LO)

Selasa, 20 Januari 2015

Tolak Tawaran Jokowi, Mantan kapolri Sutarman Pilih Bertani

Tolak Tawaran Jokowi, Sutarman Pilih Bertani
Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kedua kiri) dan Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti menunjukkan barang bukti narkotika jenis shabu, saat rilis pengungkapan sindikat internasional narkotika shabu (China-Hongkong-Indonesia), di Mabes Polri, Jakarta, 10 Oktober 2014.

Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman mengaku telah menerima sejumlah tawaran jabatan dari Presiden Joko Widodo. Namun Sutarman menyatakan tidak tertarik dengan tawaran-tawaran tersebut.

"Betul apa yang dikatakan Menteri Tedjo, dan Presiden Jokowi sendiri juga menyampaikan ke saya waktu menghadap," kata Sutarman lewat pesan singkat kepada Tempo, Selasa, 20 Januari 2015. "Tapi saya menolak."

Setelah diberhentikan oleh Jokowi pada Jumat, 16 Januari 2015, Sutarman ditawari berbagai posisi oleh Jokowi, dari jabatan duta besar hingga di badan usaha milik negara.

Kemarin, Senin, 19 Januari 2015, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijanto mengatakan menyerahkan sepenuhnya pada Sutarman ihwal sejumlah tawaran Jokowi. "Namun tergantung, apakah yang ditawari mau atau tidak," ujar Tedjo di Istana Negara.

Sutarman mengaku lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga. "Saya ingin bertani saja, menikmati sisa hidup bersama keluarga," kata mantan ajudan Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.

Sutarman sebenarnya pensiun pada Oktober mendatang. Namun Jokowi melakukan percepatan pergantian. Presiden menunjuk Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan menggantikan Sutarman sebagai Kapolri. Namun kini, Budi Gunawan terjerat masalah hukum. Bekas ajudan Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sabtu, 17 Januari 2015

April 2015, PKS Rencanakan Pilih Presiden Baru, benarkah ?


partai keadilan sejahtera
Partai Keadilan Sejahtera direncanakan akan menggelar Musyawarah Nasional pada April 2015 mendatang. Musyawarah ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun partai tersebut.
"Biasanya akan diselenggarakan barengan atau berdekatan dengan HUT PKS. Itu sekitar bulan April," kata anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Jumat (16/1/2015).
Kendati demikian, ia mengatakan, keputusan pelaksanaan munas tersebut sepenuhnya berada di tangan majelis syuro. Hingga kini, menurut dia, belum ada keputusan untuk penyelenggaraan munas.
Wakil Ketua MPR itu menambahkan, dalam munas tersebut akan dipilih siapakah presiden PKS yang baru. Ia menjelaskan, mekanisme pertama sebelum pemilihan presiden PKS yaitu pemilihan majelis syuro yang berisi 99 orang.
"Ada 99 majelis syuro itu yang dipilih anggota 60, yang 39 itu dipilih anggota majelis syuro," katanya.
Suara majelis syuro itu nantinya akan mewakili seluruh DPD PKS. Setelah pemilihan majelis syuro selesai, giliran ketua majelis syuro yang akan menyampaikan siapa saja kandidat calon presiden yang akan maju.
"Nanti setelah itu akan dipilih majelis syuro, kayak MPR," ujarnya.
Saat ditanya, siapa saja nama calon presiden yang telah muncul di internal, ia mengatakan masih terlalu dini. Hanya saja, ia menyebut bahwa Presiden PKS saat ini, Anis Matta, masih layak menduduki jabatan itu. "Masih terlalu dini, tapi jika Pak Anis terpilih lagi ya itu layak," katanya (LO)