ucapan

TERIMA KASIH KUNJUNGAN DAN KOMENTARNYA SEMOGA BERMANFAAT
Tampilkan postingan dengan label Akan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

Pendeta Besar Katolik Ortodoks : Masa depan Rusia akan menjadi milik umat Islam.



Khutbah Imam Katolik Yang Menggemparkan
Seorang Imam Besar Katolik Ortodoks, Dmitri Smirnov, menyampaikan sebuah khutbah gereja yang menggemparkan di depan ratusan jemaatnya.
Dia mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik pemeluk Islam. Berikut ini ceramahnya kepada jemaatnya sebagaimana Muslimina beritakan:
Kalian lihat, ketika umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tidak satu pun orang yang berani melewati mereka, karena di seluruh dunia di masjid-masjid dan jalan-jalan kota di padati jutaan ribu umat Islam yang sedang bersujud kepada Tuhannya.
Saksikanlah, barisan jutaan umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing, dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus di perintah.
Lalu dimana kalian bisa melihat pemeluk Kristen seluruh dunia, bisa beribadah bersama? Dan hal itu tidak ada dalam Kristen, kalian tidak akan pernah melihatnya.
Lihatlah mereka, orang Muslim kerap membantu dengan sukarela tanpa berharap imbalan, tapi pemeluk Kristen malah sebaliknya.
Kalian tanyakan pada wanita tua itu (sambil menunjuk wanita yang lumpuh yang berada di gerejanya). Menurut wanita tua itu, seorang pengemudi Muslim sering menyediakan jasa transportasinya untuk mngantarnya ke gereja di Moskow.
Dan setiap wanita tua itu ingin memberinya upah, tapi pengemudi Muslim selalu menolaknya dengan alasan bahwa Islam melarang mengambil upah pada wanita lansia, jompo, dhuafa dan anak-anak yatim di berbagai panti dan yayasan.
Dengarkanlah persaksiannya, padahal wanita tua itu bukan ibu atau kerabatnya, tapi pengemudi Muslim mengatakan dalam Islam wajib menghormati orang yang lebih tua, apalagi orang tua yang lemah dan tak berdaya tersebut.
Keikhlasan pribadi pengemudi Muslim tersebut tidak ada ditemukan dalam pemeluk Kristen yang mengajarkan kasih, tapi pengemudi Kristen bisa tanpa belas kasih meminta upah atas jasa transportasinya pada wanita tua itu. Dia mengatakan layak mendapat upah karena itu adalah profesinya sebagai jasa transportasinya.
Seorang Muslim justru lebih dekat dengan Sang Mesiah, tapi orang Kristen hanya ingin uang. Apakah kalian tidak merasakan?
Bagaimana dalam prosesi penebusan dosa, siapa saja harus membayar kepada pendetamu, entah itu miskin atau manula, wajib memaharkannya sebagai ritual pengampunan dosa.
Saksikan juga, seorang Muslim tidak tertarik untuk mngambil upah pada orang-orang lansia. Mereka begitu ikhlas dengan sukarela membawakan barang-barang serta belanjaan wanita tua itu. Sampai sang wanita tua itu hendak berdoa ke gereja, sang pengemudi Muslim setia antar jemput wanita tua itu.
Inilah kenapa saya mengatakan masa depan Rusia akan menjadi milik mayoritas pemeluk Islam dan negeri ini akan mnjadi milik Islam. Kalian lihat pribadi yang berbudi luhur dan santun, mampu membuat dunia tercengang, ternyata akhlak Muslim lebih mulia daripada jemaat Kristen.
Kalian mendengar bahwa Islam dituduhkan sebagai agama teroris, tapi itu hanya isu belaka yang pada kenyataannya umat Islam lebih mengedepankan tata krama serta kesopanan.
Walau mereka di fitnah sebagai teroris, tapi populasi jumlah mualaf di Eropa dan Rusia makin ramai berdatangan ke tempat ibadah orang Muslim untuk memeluk Islam, karena para mualaf tahu betul bahwa Islam tidak sekejam yang dunia tuduhkan.
Sekarang dan selamanya, masa depan Rusia akan menjadi milik umat Islam. Di masa depan adalah kembalinya kejayaan Islam. Lihat populasi Muslim di Rusia, telah berjumlah 23 juta dan pemeluk Kristen mngalami penurunan menjadi 18 juta, lalu sisa yang lainnya masih tetap komunis.
Ini sebuah fakta bahwa Islam sekarang menjadi agama terbesar di Rusia. Di utara bekas pecahan negara Uni Soviet mayoritas Muslim yaitu Republik Chechnya, Tarjikistan, Kajakhstan, Uzbeckistan dan Dagestan. Lalu umat Islam telah menjamah di kota-kota besar Rusia termasuk Moskow.
Imam Besar mengakhiri khutbahnya dan turun ke mimbarnya dengan mata yang berair, di mana para jemaatnya masih trpaku dan haru, tidak menyangka seorang Imam Besar Katolik bisa mengagungkan orang Muslim.
Sebagian jemaat ada yang menangis melihat cara ajaran Islam, ternyata berbudi luhur dan tidak layak di sebut “teroris”.
Sekarang Anda mempunyai dua pilihan:
1. Biarkan info ini tetap dalam page/grup ini.
2. Share info ini ke sejumlah orang yang Anda kenal dan Insya Allah ridha
Allah akan anugerahkan kepada setiap orang yang Anda kirim dan insyaaAllah anda dapat pahala krn telah mau berbagi untuk seksama
Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan Aamiin dan di kolom komentar dan yg membagikan bisa mengambil hikmahnya, dan menjadi seorang mukmin sejati sampai akhir hayat dan di akhirat bisa bertemu Nabi Muhammad Saw di surga firdaus. Aamiin...

Minggu, 08 Februari 2015

Jokowi Akan Berikan Pengampunan Pajak pada Konglomerat Keturunan

Jokowi Akan Berikan Pengampunan Pajak pada Konglomerat Keturunan | Fiskal.co.id
Presiden RI Joko Widodo
Presiden Joko Widodo berencana memberikan pengampunan pajak demi meyakinkan warga Indonesia untuk membawa kembali dana yang disimpan di luar negeri demi mempersempit defisit current account.

Pemerintah akan merevisi aturan sehingga orang yang memulangkan uangnya tidak perlu membayar pajak pada pemulangan uang tersebut dan juga akan memberikan keringanan pajak pada setiap perusahaan yang merapatkan dananya ke Indonesia.

Metode ini diungkapkan
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang akan memeperjuangkan metode ini di DPR dan ini menjadi salah satu prioritas utama kementerian pada untuk tahun 2015, katanya.

"Amnesti pajak tujuannya membawa uang kembali ke Indonesia. Dan ada tunjangan dan insentif pajak bagi perusahaan jika mereka tidak mengirim dividen dari Indonesia." jelas Bambang.

Banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang kaya dan memarkir dananya ke Singapura setelah kerusuhan etnis pada tahun 1998. Hal ini menjadi kekhawatiran utama dari politik di Indonesia. Beranjak ke era presiden Jokowi, upaya pemulangan balik dana itupun masih tetap direncanakan, demi mempersempit defisit current account yang membebani rupiah.



Pengamat pun menyambut baik usulan Kemenkeu.

"Ini adalah langkah yang sangat baik, tapi harus ditunggu dan dilihat apakah ini benar-benar efektif bisa menarik uang kembali ke Indonesia," jelas Eric Sugandi, ekonom Standard Chartered Plc di Jakarta. "Para penabung Indonesia di Singapura juga akan mengambil pertimbangan lain, seperti keamanan uang, pilihan instrumen investasi, dan hubungan dengan manajemen investasi lokal."

Nilai tukar rupiah telah melemah 4,7% terhadap dolar sejak Jokowi menjabat 20 Oktober karena prospek kenaikan suku bunga di AS mendorong arus keluar dari pasar negara berkembang. Rupiah dengan demikian telah jatuh sejak 2013 sebesar 21% dan Morgan Stanley menempatkan Indonesia dalam "fragile five" karena defisit eksternal yang besar.

CAD Indonesia merangsek berdasarkan data BI dari 3% menjadi 3,5% pada produk domestik bruto tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan 3% pada tahun 2014. Arus keluar modal yang disebabkan oleh perubahan kebijakan Federal Reserve AS masih terus mengganggu stabilitas makroekonomi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.***Red (Bangkok Post)