ucapan

TERIMA KASIH KUNJUNGAN DAN KOMENTARNYA SEMOGA BERMANFAAT
Tampilkan postingan dengan label Daftar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daftar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Januari 2015

Daftar 7 Pemain Paling Egois di Dunia Sepakbola


Daftar 7 Pemain Paling Egois di Dunia Sepakbola
Pemain Bayern Munich, Arjen Robben. (REUTERS/Darren Staples)



Dia mengeksekusi penalti yang seharusnya sudah menjadi tugas rekan setimnya, Leighton Baines. Sialnya, tendangan penaltinya gagal membuahkan gol. Alhasil, Everton harus puas membawa pulang satu poin.

Ulah Mirallas pun jadi tema utama di media massa sepakbola Inggris. Dia dianggap pemain yang egois dan tidak mempedulikan kepentingan tim. Bukan hanya itu, kritikan juga datang dari fans serta para pemain sepakbola lainnya.

Berbicara soal pemain egois, Mirallas bukan satu-satunya. Dilansir Caughtoffside, berikut ini 7 bintang lapangan hijau dikenal karena sikapnya yang egois dan kerap mementingkan diri sendiri: 

7. Robinho
Pemain Ac Milan Robinho

Sepanjang kariernya, pemain asal Brasil ini terkenal dengan larinya yang cepat. Tapi, dia juga diketahui kerap bersikap egois dengan menendang bola langsung ke gawang lawan meski ada rekan setimnya yang berada dalam posisi lebih baik.

6. Nicklas Bendtner

Nicklas Bendtner

Sikap egoisnya di dalam dan luar lapangan, membuat dia dijuluki "Lord" (Tuan). Selain itu, sikap malasnya di atas lapangan hijau membuat karier pemain yang tidak terlalu memiliki bakat bagus ini pun mulai pudar.

5. Nicolas Anelka

Perayaan gol Nicolas Anelka yang mengundang kontroversi.

Pemain Prancis ini dijuluki "Le Sulk" (sosok tidak berkomitmen). Bakatnya tidak diragukan lagi. Tapi, saat dia memperkuat West Bromwich Albion, dia hanya mau berlari jika punya peluang besar mencetak gol.

4. Hatem Ben Arfa

Everton vs Newcastle United
Jika saja lebih sering mengumpan bola, dia tentu saja tidak akan selalu terbuang oleh setiap pelatih yang pernah mengasuhnya. Dia juga mungkin saja bisa berada dalam situasi lebih baik daripada jadi pemain cadangan Newcastle United saat ini.

3. Cristiano Ronaldo

ekspresi kecewa cristiano ronaldo

Sikap egois mantan pemain Manchester United ini kerap membantu Real Madrid meraih kemenangan. Spekulasinya itu sering berbuah gol. Tapi, sikap egoisnya terkadang membuatnya lepas kontrol. Contohnya saat dia berteriak kesal karena tidak diberi umpan oleh Gareth Bale.

2. Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic

Striker internasional Swedia ini ingin selalu menjadi pemain utama di tim yang dia perkuat. Itulah sebabnya, ketika bergabung ke klub Barcelona yang bertabur bintang, dia tak mampu bertahan dan selanjutnya memilih hengkang.

1. Arjen Robben
munich juara liga champions

Winger asal Belanda ini berada di daftar teratas pemain egois. Pemain Bayern Munich ini bahkan dalam sebuah kesempatan mengaku bangga dengan sikap egoisnya yang dianggap bukti dari kualitas hebat yang dia miliki.

Itulah mungkin alasannya, dia lebih sering berlari kencang menusuk pertahanan lawan dan langsung menendang bola ke gawang lawan, daripada mengumpan kepada rekan setimnya. (one/LO)

Daftar Setoran Polisi ke Rekening Budi Gunawan


Daftar Setoran Polisi ke Rekening Budi Gunawan
Kepala Kepolisian RI terpilih, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, diduga tak hanya menerima setoran dari pihak swasta atau perusahaan, tapi juga menampung duit dari sejumlah polisi. Catatan penerimaan uang tersebut sudah dikantongi Komisi Pemberantasan Korupsi.

Penyidik dari KPK akan memeriksa perwira polisi yang diduga pernah mengirimkan uang kepada Budi. “Ada tiga saksi yang dipanggil untuk tersangka BG,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, 19 Januari 2015.

Mereka adalah widyaiswara utama di Sekolah Pimpinan Polri, Inspektur Jenderal Syahtria Sitepu; Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal Herry Prastowo; dan Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat Komisaris Besar Ibnu Isticha. Namun hanya Syahtria Sitepu yang memenuhi panggilan.

Budi Gunawan mengatakan dalam berbagai kesempatan bahwa temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan itu sudah dipertanggungjawabkan. “Badan Reserse Kriminal Polri sudah menindaklanjutinya pada Juni 2010 dengan mengirim surat ke PPATK, sudah clear,” ujar Budi.

Ia juga menyatakan harta itu sudah dijelaskan di dalam laporan harta kekayaan secara transparan. “Maksud kami baik, jadi tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.

Berikut ini daftar sebagian setoran yang diduga mengalir ke rekening Budi Gunawan:

1. Inspektur Jenderal Firman Gani (Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur)
21 Juni 2004: Rp 2,5 miliar
1 Juli 2004: Rp 2 miliar
11 Juli 2004: Rp 1 miliar

Firman Gani wafat dua tahun lalu. Widya Suraannisa, putri sulung Firman Gani, meminta ayahnya tak dikaitkan-kaitkan. “Semasa hidup, beliau tak pernah bercerita soal itu,” katanya, pekan lalu.

2. Herry Prastowo (Direktur Reserse Kriminal Polda Kalimantan Timur)
4 Januari dan 22 Mei 2006: Rp 300 juta.

Herry belum merespons panggilan dan pesan singkat dari Tempo.

3. Inspektur Jenderal Syahtria Sitepu (Bekas Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara dan widyaiswara utama di Sekolah Pimpinan Polri)
Agustus 2004-Maret 2006: Rp 1,5 miliar (13 kali)

Ditanyai soal ini setelah diperiksa oleh KPK, Syahtria menolak menjawab. “Saya capek sekali. Saya capek,” katanya, 19 Januari 2015. “Tolong tanya ke penyidik, biar bagus.”

Selasa, 20 Januari 2015

Hamas Dihapus dari Daftar Teroris, Uni Eropa Banding

Uni Eropa (UE) akan mengajukan banding kepada pengadilan yang memutuskan agar kelompok Hamas di Palestina dihapus dari daftar hitam terorisme UE 
Kepala kebijakan luar negeri UE Federica Mogherini mengatakan menteri luar negeri dari 28 negara anggota dalam pertemuan Senin, sepakat mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Umum Uni Eropa pada 17 Desember.

"Putusan ini jelas didasarkan pada alasan prosedural dan tidak menyiratkan penilaian oleh pengadilan tentang manfaat menggolongkan Hamas sebagai organisasi teroris," kata Mogherini dalam pernyataannya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (19/1).

Keputusan bulan lalu yang diambil oleh pengadilan kedua tertinggi UE mengatakan keputusan memasukkan Hamas dalam daftar hitam pada 2001 tidak didasarkan pada penilaian hukum, tetapi kesimpulan yang didapat dari media dan internet.

Hamas dimasukkan dalam daftar teroris UE sebagai bagian dari langkah yang lebih luas memerangi terorisme setelah serangan 11 September. Konsekuensinya, dana milik Hamas dibekukan. Hamas yang telah berkuasa di wilayah Gaza sejak 2007 telah mengajukan banding atas langkah tersebut.

Sekutu dekat Amerika Serikat, Israel mendesak UE terus memberi sanksi kepada Hamas. Israel mengatakan posisi mereka dan AS tidak berubah dan menganggap Hamas sebagai organisasi teroris asing. Hamas menyebut keputusan UE untuk banding sebagai langkah tak bermoral.

"Desakan UE untuk tetap menggolongkan Hamas sebagai organisasi teroris adalah langkah tidak bermoral dan mencerminkan biasnya UE mengenai penjajahan Israel. Hal itu membuat Israel menutupi kejahatannya terhadap rakyat Palestina," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri.(rol/lo)